Wong A-Lass Forums

Full Version: Kenyataan sebuah Impian
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Senin, 31 Agustus 2009 - 13:50 WIB

@ Studio Penta SCTV….
Panas yang membakar bumi Jakarta semakin membuat gerah, diantara kerumunan orang-orang yang menunggu di gerbang studio di kawasan kebon jeruk itu.
…. Selang beberapa menit seorang petugas membuka perlahan pintu gerbang itu, sambil dengan tegas dya berkata : “ yang pakai baju telkomsel duluu…”
Huuuuffftt,,, sedikit kesal, juga panik menunggu giliranku masuk, yang memang berada dideretan paling belakang. Akhirnya, tibalah aku di depan gerbang penantianku itu…
“Maaf mbak, sudah tidak boleh masuk” Terang bapak itu seraya menutup pintu gerbang itu dengan rapat.
“Taaappiiii…. Paakkk…..??’’ Sergahku sembil terus mendorong pintu itu agar terbuka, meski sia-sia.
Dan semua orang pun telah berlalu dari padangan kami, aku dan kedua temanku yang kini tengah tertunduk lesu, terduduk dengan kedua lutut kaki kami.. dengan tetap memegangi julur-julur pintu pagar itu. Kami sungguh tak bisa berbuat apa-apa, rasanya pupus sudah harapan yang telah kami bangun sejak lama itu.
Tiba-tiba ;
Seseorang berseragam biru tua, lengkap dengan atributnya, bersepatu boat, dan ikat pinggang hitam lebar menepuk bahuku dari belakang, seraya berkata :
“Mbak, kok ga masuk? Mbak mau nonton plylist kan?” Tanya bapak itu dengan senyum ramahnya.
“Iya… iya.. pak” jawab kami serentak.
“kalau begitu, mari masuk bareng saya” bujuk bapak itu pada kami.
Akhirnya kami bisa masuk ke dalam studio, meski hanya duduk dibelakang panggung. Sambil berharap cemas menunggu Idolaku, aku tertegun lesu dengan rasa ketidaksabaran, dan sedikit ketidakpastian.
Dengan masih tak peduli dengan keadaan sekitarku,
Di depanku berjalan seorang laki-laki yang terlihat sangat fatherly (Kebapakan, dan karena itu aku sungguh mengaguminya), dengan senyumannya yang khas…
…ARI LASSO….
Yaaaaa…… aku tidak sedang beradu dengan imaji ataupun mimpi, tapi ini sungguh nyata. Aku dapat melihat tanpa tirai antara dua bola mataku dengan raga Idolaku itu berjalan penuh wibawa menuju stage, dimana ia di daulat untuk opening perform di acara itu rupanya.
Dengan gerakan reflek dan bahkan tak kusadari, aku langsung melambaikan tangan dan berteriak sangat keras, “maaassss aaaarrrrrriiiiiiiii”
Dan Alass pun menoleh kepadaku, tetap dengan senyumannya.
Taukah kawan? Betapa hatiku gemuruh di buatnya, aku hampir tak bisa mempercayai diriku masihpun bernafas pada saat itu.
Seselesainya perform, aku langsung menjabat tangan mas ari,
dengan terbata-bata aku pun berbisik lirih “mas ari, bolehkah foto bareng?”
dengan lembut mas ari menjawab, “boleh, tapi nanti ya, masih ada 2 lagu lagi”
sebenernya sedikit kecewa, karena aku takut banget di waktu yang tidak sama, aku tidak bisa lagi punya kesempatan berfoto dengan Alass.
Tapi, di situ sangat jelas tergambar bahwa Alass adalah orang yang sangat committ dengan pekerjaannya, Alass tau betul menempatkan setiap apa yang harus ia lakukan adalah punya tempat dan waktunya tersendiri ( makin bangga dengan Alass)
Dan dengan sabar kupastikan, akan setia menunggu Alass hingga menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya.
Disaat Alass perform yang kedua, aku berjalan ke pojok kiri, salah satu sisi dari ruangan dingin itu.
Tempat dimana para artis melepas lelah setelah perform / menunggu giliran tuk tampil.
Aku mendatangi tempat itu karena ada seseorang yang tak kalah istimewa, dan tentunya sangat berpengaruh dalam kehidupan Alass. Ialah mbak Vitta, istri dari Idolaku tercinta.
Denga sedikit minder dan ragu, aku menyatakan pada beliau bahwa aku ingin berfoto dengannya.
Dengan hangat, dan tersenyum mbak vitta pun menyetujuinya.
Seneng banget rasanya, meski tak banyak berkata, dengan senyum mbak vitta, aku yakin beliau memberikan support penuh padaku bahwa aku bisa, bisa banget malah berfoto dengan Alass.
Senyum dan restu mbak vitta, kan ku bawa sampai akhir acara, “bisikku dalam Hati”
Karenanya, mampu memberikan senyawa atau sejumput energi yang membuatku lebih yakin tentang Alass.
Sebelum Alass perform yang ketiga, ada segment yang bertemakan “wannabe” dimana Alass menjadi bintangnya, dan ernesto adalah fans berat dari Alass. Setelah mendengar kisahnya, tentang ortu dan tentang bagaimana ia mencintai karya Alass sepenuh hati.
Sedikit ngiri, karena dya bisa sedekat itu dengan Alass. Tapi rasanya aku minder banget, sebenernya layakkah aku bertemu dan berfoto dengan Alass seperti ernes atau walass lainnya?
Sedangkan selama ini aku mengagumi Alass, hanya dengan cara dan sudut pandangku sendiri. Mungkin benar, akupun tak harus mendapatkan “sebuah pengakuan” dari Alass bahwa aku adalah satu diantara ribuan bahkan jutaan orang diluar sana yang begitu mengidolakan Alass dan selalu yang mengahargai bahkan menunggu-nunggu karya Alass.
Tapi berlebihankah keinginanku itu yang dimana aku tak pernah mengetahui bagaimana cara mencintai Idolanya dengan sempurna?
Lagi lagi penekanan akan ketidaklayakanku mengidolakan Alass itu semakin membuncah. Benar-benar meluruhkan semua hasrat yang telah kurancang sedari dulu.
Tapi sekarang kan aku disini?
Aku tak boleh menyerah, yaaa… aku harus slalu optimis. Alass yang baik hati disana, pasti akan memandangku sama seperti ernesto, dan seperti semua wong alass diseluruh penjuru nusantara, dan pastinya semua punya tempat yang sama.
Tiba-tiba semangat itu mengakar sekuat baja dibalik rasa ketidakpercayaan diriku.
In the end…
Lagu mengejar matahari usai dinyanyikan oleh Alass dan ernest, tapi mataku tak lepas dari pandanganku pada setiap gerak-gerik Alass. Dan aku melihat Alass begitu terburu-buru turun dari panggung.
Tanpa sungkan lagi aku memanggilnya dengan lantang, ‘’mas aaarriiiii, aku mau foto yaaa”
“Ok, sini.. sini…” jawab Alass dengan sangat terburu-buru.
Aku terus berjalan mengikuti Alass, tapi tiba-tiba seseorang bertubuh tegap dan besar menghadangku, kulirik nama dadanya bertuliskan “security”
“Maaf, mbak mau kemana?” cegahnya menentang kami, melarang kami masuk.
“biarin pak, yang ini biarin masuk” sahut Alass kemudian
oh My God…. Seperti dihujani bintang rasanya, hingga membuatku tak kuasa menahan haru, sangat tak percaya Alass berucap seperti itu untukku, untuk membelaku tentunya.
Diselimuti haruku yang makin tak terbendung, airmataku meleleh. Ia mengalir, membasahi pipiku dan menemani bahagiaku, menjelaskan padaku tentang sebuah kenyataan impian.
Karena pada Akhirnya,
Di serambi ruang ganti itu, aku berfoto dengan Alass dengan di bantu mas yuyun. Memintakan tanda tangan tuk semua koleksi kasetku. Sungguh bahagia yang tiada kiranya, tak terukur dan pastinya tak terlupakan…

; Aku bangga bisa mencintai Alass, menghargai karya-karyanya, mengagumi sosoknya,dan buat semua wong Alass di seluruh penjuru nusantara,
Kita semua adalah termasuk orang yang beruntung karena dapat menyimpan sebuah bintang dalam hati kita semua, dan kita semua tak pernah salah memilih Alass, bintang terang kita semua sebagai Idola.
; Akupun sangat bangga dengan sosok mbak vitta, seorang perempuan luar biasa yang berdiri di belakang Alass, terimakasih banget mbak vitta atas semangatnya, bantuanya, infonya, ceritanya pas diluar sebelum pulang ( dimana abe dan audra ga mau di foto, hehhehhe )
; terimakasi juga buat mas yuyun yang udah ngebantuin foto_in kami (aku dan kedua temenku) berfoto dengan Alass, yang tanpa lelah mengangkat telf meski sedang sangat sibuk.. menanggapi semua pertanyaanku tentang Alass.
Pertamaxxxx!!!
Two tumb up...
hai y-tha.. kamu yg kemarin dateng bertiga itu ya..
terharu juga baca ceritamu
Wah aq g n0nt0n. . .
Tapi emang dahsyatlah. Btul bgt tha. . . Qta g salah mencintai seorang Alass.
Biasa na qta dipersulit ama panitianya. . . Hm. . . Lagi2 q bs dgr crita temen2 yg pd bs ktm ma alass.
0ia ktnya mi2 jg k sna y?
akhirnya bisa ketemu Alass jg Smile congratz yaaa!!! emang pertama kali utk ketemu Alass agak susah bgt!! Itu jg pernah aq alami dl. Tapi sekarang alhamdulillah agak mudah kalo ketemu Alass. Caranya pake aja kaos wong alass dan bersepatu. Kalo ada security cuek aja langsung nyelonong masuk. Kalo ditanya security, jawab aja dari Ari Lasso. Jangan bilang Wong Alass atau fansnya Alass. Tapi sekali lagi jawab dgn "dari Ari Lasso". Tentunya sebelumnya kamu beri senyuman dan salam atau lambaian tangan ke satpamnya hehe... pasti Satpamnya gak bakalan tau. Tapi jawabnya harus pede jangan gugup. Kalo kamu gugup, satpam jd curiga dan malah ditanya yg macem2 Big Grin

kalo udah berhasil masuk, langsung aja ke mas Ody. Biasanya tuh mas Ody yg udah standby duluan di tempat acara daripada yg lain.

Itulah yg aq lakukan selama ini. Makanya bisa sering ketemu Alass pas ada show di Surabaya/Malang. Entah ini sudah kesekian kalinya hehe... sampai2 Alass pernah bilang gini: "Jafar ini fans setia saya. Kalo ada show di Surabaya / Malang pasti datang."

Silakan dicoba ya hehehehe....
hahaha.. top juga triknya jafar..
KEpanjangan jadi mumet bacanya
Mantab dech

vittalasso Wrote:
hai y-tha.. kamu yg kemarin dateng bertiga itu ya..
terharu juga baca ceritamu


iya, mbak vitta... aku dan kedua temenku yang sibuk pengen foto-foto tyusss itu mbak, hehhehe....

@ mas jafar : seeeppp jugha tuw tRiknya, tar di coba dey nd moga gag gugup, hihhihii....

@ hyde : Yupz, mi vitta dateng jugha...

Kl dah pake baju walass, biasa pihak panitia dah ngerti.
Kmaren gw liat alass. Trus brdiri didepan. Mgkin tuh polisi takut alass gw apa2in.
Dy tegur gw. Pake kayu.
Waakkks..
Trus gw berbalik.
Gw tanya, 'knp bang?', trus dia blg gpp..
Dia liat baju yg gw pakai...
Wkwkwkwkwk
Aku baru sekali ketemu ama mas ari. Tempatnya dimana n ada acara apa aku lupa hehehe... Yg jelas acara itu diadakan oleh sebuah perusahaan di Jkt. Aku duduk di bagian depan dekat dengan panggung. Pada saat mc nya mengatakan alass akan tampil aku dah mulai degdegan (pada saat itu mc nya mbak yulia rahman). Aku melihat mas ari keluar dari kantor tersebut menuju panggung, pada saat itu aku seakan ga percaya, ya Tuhan idolaku ada di depanku. Dari lagu pertama sampai lagu terakhir aku ikut bernyanyi, aku ga peduli apakah orang2 yg ada disampingku terganggu dengan suaraku yg super merdu ini hehehe... Lagu terakhir selesai aku langsung lari ke belakang panggung, begitu aku melihat mas ari aku langsung berseru "mas ari...!" mas ari melihat, terus aku bilang "boleh salaman" mas ari langsung menjulurkan tangannya n kami pun bersalaman. Dan kini baru kusadari betapa bodohnya aku, kenapa aku cuma bilang "boleh salaman" kenapa ga aku bilang "boleh foto" padahal kesempatan itu ada tapi kenapa ga aku lakukan? entah apa yg ada dalam pikiran aku pada saat itu, aku hanya bengong, aku hanya merasakan bahagia. Tapi sekarang aku menyesal karena ga dapat foto mas ari hiks hiks hiks... bodohnya aku...
hahaha... cindy, kan masih banyak acara yg akan datang.. nanti kalo ketemu lagi jgn lupa minta foto ya.. ntar aku yg fotoin deh(kalo aku ada).
@ Cindy :

Sebuah awal yang baik cindy,
ga da kata terlambat,kamu bakalan manemukan kesempatan lain tuk bisa ktm dengan mas ari, bahkan masi banyak bgt peluang itu.
dengan tidak berfoto, bukan berarti kamu ga bisa nunjukin kalau kamu wong alass khan? buktinya bisa bersalaman, itu mungkin bisa menjadi satu hal yang luar biasa buat orang-orang seperti kita yang baru sekali, dua kali, berkesempatan berjumpa dengan Alass.
Yupz?

SEMANGAT CINDY !!!!!

vittalasso Wrote:
hahaha... cindy, kan masih banyak acara yg akan datang.. nanti kalo ketemu lagi jgn lupa minta foto ya.. ntar aku yg fotoin deh(kalo aku ada).


aku juga mau downnk mbak vitta di foto_in, kalau suatu saat ada kesempatan ktm dengan mbak vitta nd Alass lagi, hehhehe,,,,,

Reference URL's